Studium Generale UNY. DOK UNY

Indonesia Disebut Perlu Lebih Serius Investasi pada Pendidikan Tinggi

Jakarta: Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) Badri Munir Sukoco menyampaikan bahwa Indonesia perlu lebih serius dalam berinvestasi pendidikan tinggi. Hal ini demi terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Emas Indonesia 2045.

“Dua syarat suatu negara disebut sebagai negara maju, yaitu mampu menopang kemampuan inovasi bangsa dan pendidikan tinggi kelas dunia. Indonesia perlu lebih serius dalam berinvestasi pendidikan tinggi untuk menjadi negara maju pada tahun 2045, ujar Badri dalam Studium Generale bagi dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dikutip dari laman uny.ac.id, Jumat 27 Januari 2023.

Dia mengatakan Indonesia perlu bersiap peta jalan jangka panjang agar universitas terbaik berkelas dunia. Dia mengatakan memiliki universitas kelas dunia memungkinkan transfer teknologi dan membawa bakat global untuk meningkatkan kemampuan inovasi bangsa.





Apa pendapat Anda tentang artikel ini?

Selain itu, ada empat alasan pentingnya pemeringkatan dalam pendidikan tinggi. Itu adalah merek lembaga, meningkatkan organisasi dan manajemen lembaga, dasar pengambilan keputusan, serta pengaruh terhadap kerjasama dan kemitraan.

Badri menjelaskan, Indonesia perlu belajar dari China yang telah menetapkan 10 industri strategis yang akan dibidik. Seperti peralatan elektronik, mesin pertanian, teknologi informasi, peralatan kereta api, dan peralatan kedirgantaraan.

“Targetnya 2045 ekspor dari China mengacu pada 10 industri tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan kekhawatiran Amerika bahwa China akan mampu memproduksi barang-barang berteknologi tinggi yang akan menjadikannya sebagai alternatif. Hal ini didorong oleh perguruan tinggi karena penelitian pendidikan tinggi dipatenkan dan digunakan oleh industri.

“Oleh karena itu, diperlukan penyiapan sumber daya manusia untuk menyongsong Indonesia Maju 2045,” ujarnya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair itu mengatakan, ada beberapa hal yang dilakukan Unair untuk mempersiapkan SDM unggul menuju Indonesia Gold 2045. Ia mengatakan, pengakuan global adalah hasil seluruh peningkatan kualitas Tri Dharma dan unsur pendukungnya.

Adapun yang perlu dipelajari yaitu praktik terbaik manajemen basis data, praktik terbaik manajemen reputasi untuk AR dan ER, praktik terbaik berkolaborasi dengan mitra akademik dan alumni, serta beradaptasi praktik terbaik untuk kondisi di Unair.

Badri mengacu pada PTN-BH, sebuah proses manajemen yang lincah dan bersikap proaktif dalam perubahan lingkungan memungkinkan peningkatan kinerja yang berkelanjutan. Budaya akademik di-membina dengan tujuan akhir Yang Mulia universitas yang berdampak pada dunia dan memungkinkan Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045.

Kegiatan ini mengambil tema ‘Global Competitiveness of UNY Gercep’. Acara dibuka oleh Rektor UNY Sumaryanto dalam rangka menyambut perkuliahan yang akan dimulai Senin, 30 Januari 2023.

Alumni UNY Sutarno Bintoro mengatakan, bisnis tidak dibayangkan tapi dijalankan. 10 persen belajar dan bergaul dengan ekosistem bisnis yang sukses dan bereputasi baik dan 90 persen praktik bisnis.

“Bagaimana memulai bisnis? Yakni dengan menerapkan prinsip 3C dalam bisnis China yaitu Cuan, Cincai dan Cengli,” ujarnya.

Sutarno menjelaskan bahwa suan artinya untung/untung, cincai artinya luwes, dan cengli artinya jujur. Alumnus prodi Sastra Indonesia Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya ini mengatakan, modal utama usaha yang harus dimiliki adalah niat dan pengalaman, dibutuhkan ilmu, semangat dan keberanian, networking dan skill.

Namun, modal terbesar dan utama dalam bisnis adalah reputasi. Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan, sistem pendidikan tinggi di Indonesia sangat besar dengan total 4.530.

Tata kelola pendidikan belum optimal sehingga berdampak pada pencapaian mutu penyelenggaraan pendidikan. “Besarnya sistem pendidikan tinggi tidak diikuti dengan kualitas yang baik karena kesenjangannya masih cukup besar,” ujar Syaiful.

Paradigma pendidikan Indonesia ke depan masih relevan untuk terus memastikan peta jalan pendidikan Indonesia seperti di masa depan. Syaiful ingin LPTK masuk dalam substansi UU Sisdiknas yang semangatnya memperkuat LPTK karena memiliki sejarah panjang dalam mempersiapkan siswa menjadi guru.

(REN)

img

Menpora RI Prof. Dr. Zainudin Amali, S.E., M.Si Hadiri dan Potong Tumpeng Pada Sidang Senat Terbuka dalam Acara Dies Natalis ke-2 UICI

Menpora RI Prof. Dr. Zainudin Amali, SE, M.Si menghadiri sidang senat terbuka dan pemotongan tumpeng dalam rangka Dies Natalis ke-2 Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) di Auditorium Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (18/01).

Menpora RI Prof. Dr. Zainudin Amali, SE, M.Si Hadir dan Potong Tumpeng Sidang Senat Terbuka Dies Natalis UICI ke-2
Menpora RI Prof. Dr. Zainudin Amali, SE, M.Si menghadiri sidang senat terbuka dan pemotongan tumpeng dalam rangka Dies Natalis ke-2 Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) di Auditorium Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (18/01). (foto: raiky/kemenpora.go.id)

Jakarta: Menpora RI Prof. Dr. Zainudin Amali, SE, M.Sc menghadiri sidang senat terbuka dan pemotongan tumpeng dalam rangka Dies Natalis ke-2 Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) di Auditorium Perpustakaan Nasional RI ( Perpusnas) RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (18/01).

Pada sidang senat terbuka, Rektor UICI Prof Dr Laode Masihu Kamaluddin mengatakan sebagai universitas digital, sistem perkuliahan di UICI berbeda dengan universitas lain. UICI menggunakan kecerdasan buatan (AI) dengan platform Artificial Intelligence Digital Simulator Teaching Learning System (AI DSTLS).

“AI DSTLS memudahkan mahasiswa untuk belajar dimana saja, kapan saja, auto reply/marking, repeatable, lebih efisien, dan akurat. Model perkuliahan seperti ini memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan nilai yang lebih tinggi di setiap kelas,” ujarnya.

Laode juga memaparkan kiprah UICI setelah menjalani perkuliahan selama 1,5 tahun atau 3 semester. Ia mengungkapkan, jumlah mahasiswa UICI mencapai 1.381 orang yang tersebar di 5 prodi.
Sebelumnya, kata Prof. Laode, UICI hanya memiliki 4 prodi yaitu Bisnis Digital, Komunikasi Digital, Informatika dan Ilmu Data.

“Hal ini terlihat dari sebaran mahasiswa UICI berdasarkan wilayah, di 5 negara, 34 provinsi, dan lebih dari 420 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Demikian juga sebaran berdasarkan latar belakang suku, agama dan jenis kelamin,” jelasnya.

Laode menuturkan, sebagai universitas baru, UICI menyadari pentingnya menjalin kerjasama dengan banyak pihak. Sampai dengan akhir Desember 2022, terdapat 21 MoU dan PKS (Perjanjian Kerjasama) dengan 21 mitra kerja/instansi.

“Kerjasama ini secara tidak langsung memicu dosen UICI khususnya untuk menghasilkan penelitian dan tulisan yang memadai. Alhamdulillah hingga tahun 2022 dosen UICI telah menghasilkan sejumlah jurnal, baik nasional maupun internasional. Salah satu jurnal internasional yang sudah terbit dan membanggakan adalah keduanya. Rumus air dangkal lapisan dengan kemiringan dan enam dasar diselesaikan dengan metode volume hingga dari Dosen Ilmu Data,” tambahnya.

Sehubungan dengan itu, pada kesempatan yang baik ini, izinkan kami untuk menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh donatur beasiswa dan kepada pemberi pinjaman dari UICI Trust Fund. “Kepercayaan Anda kepada UICI benar-benar mendorong dan memotivasi kami untuk menjaga kepercayaan tersebut dengan sebaik mungkin,” ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri BUMN dan Rektor I Tanri Abeng University (TAU), Ketua Dewan Perguruan Tinggi KAHMI Siti Zuhro, Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki, Penyair dan penulis Taufik Ismail. amr)